10 Pertanyaan Mendasar Sebelum Anda Membeli Bisnis Franchise (Bag-5)

Pemahaman tentang lokasi. 

Pertanyaan ke 5 adalah hal yang harus ditanyakan sebelum anda membeli bisnis franchise. Besaran lokasi yang anda miliki atau yang akan anda cari menentukan bisnis franchise apa yang akan anda beli. Kebanyakan dari anda sudah memiliki investasi berupa properti baik dalam bentuk ruko,apartment, ruma tinggal maupun tanah sekalipun. Anda perlu lebih banyak berhitung kembali apabila anda berniat ‘kontrak’ properti untuk menjalankan bisnis franchise anda.
Bagi anda yang sudah mempunyai atau memiliki properti sendiri untuk menjalankan bisnis lebih mudah memilih bisnis franchise apa saja yang cocok untuk ukuran,letak dan posisi properti anda. Dan untuk anda yang belum mempunyai lokasi untuk bisnis franchise anda, saya sarankan anda berkonsultasi bersama dengan Master Franchisor bisnis yang akan anda pilih.  Tentu keduanya akan sangat bijaksana dilakukan survey sesuai dengan prosedur standard dari setiap bisnis franchise.
Setiap bisnis franchise sangat memiliki keunikan tersendiri dalam pemilihan lokasi. Ramainya lokasi bukan jaminan bisnis franchise anda selalu berhasil. Dari pengalaman mendampingi beberapa bisnis franchise tidak sedikit dari mereka mengalami penurunan atau bahkan sepi pembeli meskipun lokasi tersebut terbilang sangat ramai pengunjung. Dan yang membuat ‘sakitnya tuh disini’ adalah bisnis sejenisnya disamping anda malah lebih ramai.





Pemahaman tentang pemilihan lokasi ini sangat membutuhkan dukungan dari Master Franchisor karena mereka telah melakukan ‘research’sebelumnya sehingga bisnis franchise ini bisa berjalan sesuai dengan sistem yang sudah dibuat. Pernah anda mendengar atau mengetahui sendiri misalnya ada sebuah rumah makan yang secara lokasi tidak strategis sama sekali tetapi banyak dicari orang dan sampai sekarang masih saja ramai. Sebut saja di beberapa kota di Indonesia seperti di Solo ada tempat ‘wedangan’ atau seperti kafe yang tempatnya harus blusukan baru bisa menemui tempat tersebut. Tetapi tempat itu sangat ramai dikunjungi pelanggan dari segala lapisan usia. Kenyataan ini menjadi salah satu pembuktian bahwa ramainya lokasi tidak selalu akan membuat bisnis franchise kita berjalan sesuai dengan harapan.

Pemilihan lokasi ini juga tergantung dari bisnis franchise apa yang akan anda pilih. Tidak semua bisnis franchise memerlukan lokasi yang ramai dengan lalu lalang orang tetapi tidak sesuai dengan target bisnisnya. Saran saya memilih lokasi harus melihat dari target dan segment pasar yang menjadi potensial pembeli dan pelanggan anda. Perhatikan juga pola kebiasaan pada jam dan hari tertentu dimana calon pembeli anda akan mendatangi bisnis anda. Satu lagi adalah jangan lupa membuat promosi lokal dengan flyer,iklan di media dan ikut expo di lingkungan sekitar bisnis sehingga semua orang tahu keberadaan bisnis anda.


10 Pertanyaan Mendasar Sebelum Anda Membeli Bisnis Franchise (Bag-4)

4. Apa yang membuat anda FUN ? Business is FUN !
Pertanyaan ke-4 ini mungkin bagi sebagian anda hanya slogan semata, tetapi bagi semua pebisnis sukses pasti senyum dan tawa tidak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari. Kebahagiaan dan serunya menjalankan bisnis juga terbagi dengan semua keluarga tercinta bukan sebaliknya. Anda tidak ingin bisnis anda menjadi ‘istri atau suami’ kedua anda bukan ? kalau ada yang menjawab YA sebaiknya jangan meneruskan membaca artikel saya ini, karena saya ingin semua pebisnis franchise di Indonesia sukses lahir batin.  Sekarang coba bayangkan dan anda rasakan apa yang selama ini membuat anda SERU ? membuat anda menjadi lebih hidup dan hati kecil anda mengatakan ‘wah ini baru menarik !’ . Maksud saya disini adalah dalam memilih bisnis franchise jangan sampai cuma ikut-ikutan atau melihat dari nilai investasi saja tetapi ada kesadaran bahwa ini adalah jenis bisnis franchise yang mau saya jalankan untuk jangka panjang. Dua kata terakhir ini adalah kata kunci dalam menjalankan bisnis franchise, ‘jangka panjang’ bukan sulap simsalabim dalam waktu dekat anda menjadi kaya dan sukses. Perlunya memerhatikan prosedur dan saran dari Master Franchisor (baca artikel sebelumnya Pertanyaan Kedua), jangan sesekali melakukan improvisasi sebelum menjalankan tes dan ukur strategi dan prosedur menjalankan setiap bisnis franchise yang anda beli. Para Master Franchisor sudah melakukan tes dan ukur jauh sebelum mereka mem-franchisekan bisnisnya.



Seru-nya memilih dan menjalankan bisnis franchise ini juga terkait dengan pengertian atas arus kas atau ‘cash-flow’ internal anda. Jangan sampai keuangan pribadi anda menjadi terganggu karena membeli dan menjalankan bisnis franchise. Ini sering terjadi bagi yang memilih untuk membeli bisnis franchise sebagai pengganti ‘gaji-bulanan’ anda sebagai karyawan. Anda tidak FUN lagi menjalankan bisnis ini apabila kondisi keuangan anda bermasalah. Pastikan hutang-hutang dimasukan ke dalam rencana keuangan anda sehingga semua terlihat seimbang antara pengeluaran dan pemasukan. Dengan adanya bisnis ini, seharusnya sisi pemasukan anda lebih meningkat dibanding pengeluaran. Sedikit tips, seiring tinggi nya pemasukan anda pastikan gaya hidup anda tetap atau malah diturunkan ke level yang masih masuk akal.

Memilih bisnis franchise juga harus mempunya pola pikir yang tepat yaitu tidak boleh ada pola pikir ‘I KNOW’ atau semuanya saya tahu. Ini sering terjadi apabila anda seorang Manager di perusahaan dan merasa sudah mempunyai pengalaman puluhan tahun di bidang manajemen, membeli bisnis franhise ingin menerapkan semua ilmu yang anda punya untuk menjalankan bisnisnya. Kalau itu yang terjadi, saya jamin tidak lebih dari 3 tahun bisnis anda akan berhenti dan anda akan mulai menyalahkan Master Franchisor untuk kesalahan yang sebenarnya anda lakukan sendiri.

10 Pertanyaan Mendasar sebelum anda menentukan anda membeli bisnis FRANCHISE (Bag.2&3)



Pertanyaan Kedua :

2. Apakah anda sudah melakukan riset ‘kecil-kecilan’ tentang bisnis franchise pilihan anda ?

Tidak ada sesuatu yang sempurna, ya sama dengan bisnis franchise yang akan kita pilih nanti. Pada saat di pameran atau expo saya hampir tidak mendengar dari semua sales tentang kelemahan bisnis franchise yang sedang mereka jual, saya rasa anda pun juga mengalaminya. Hanya beberapa bisnis franchise yang sangat sudah ‘mature’ akan memberikan apa saja tantangan yang akan dihadapi di kala anda membeli bisnis franchise. Tentunya membeli bisnis franchise ini anda mengharapkan semua tantangan tersebut ada cara untuk mengantisipasi dan menyelesaikannya. Standard yang di susun oleh setiap bisnis yang sudah di franchise-kan akan memudahkan franchisee dalam menjalankan bisnisnya.
Tips sebelum anda memutuskan bisnis  franchise mana yang akan anda pilih, tanyakan atau cari tahu siapa saja yang sudah membeli bisnis franchise tersebut, selanjutnya hubungi para franchisee bisnis tersebut dan buat janji untuk bertemu dengan beberapa dengan mereka. Tanyakan jangan hanya keuntungan membeli franchise ini tetapi tanyakan apa saja yang menjadi tantangan dan masalah yang timbul dari membeli bisnis franchise ini. Anda tidak akan mau memilih bisnis franchise yang banyak tantangan nya dan tidak ada standard bagaimana mengatasi hal tersebut. Semua bisnis pasti mempunyai hal-hal tentang semua permasalahanya, tetapi bisnis franchise idealnya sudah mempunyai sistem untuk memecahkan masalah tersebut.
Terkadang para franchisee atau pemilik bisnis franchise sudah mempunyai ‘trik’ sendiri untuk mengatasi segala permasalahan yang timbul meskipun Master Franchisor sudah mempunyai standard tetapi terkadang ditemukan cara lain yang bisa berjalan di setiap franchisee. Apapun yang dibicarakan bersama para franchisee tersebut, anda mempunyai banyak data untuk mempertimbangkan bisnis franchise yang akan anda pilih.
Pengalaman yang saya dapat menjadi seorang pelatih bisnis dari ActionCOACH adalah permasalahan setiap para franchisee adalah TEAM,TIME dan MONEY (TTM). Tanyakan tiga hal ini terhadap para Master Franchisor, Bagaimana standard recruitment tim ? standard manual apa saja yang di sediakan ? dan Bagaimana cara mencapai target ROI (retun on investment) yang sesuai dengan hitungan setiap Master Franchisor ?
Harus diingat sekali lagi, membeli bisnis franchise tidak mutlak menjadikan anda seorang pemilik bisnis, tetapi menjadikan anda ‘self-employed’ dan anda mempunyai tujuan jangka pendek untuk mencari ‘self-employed’ dibawah anda sehingga anda akan berperan menjadi seorang ‘manager’. Setelah anda mempunyai self-employed dan manager dibawah anda, sekarang anda layak disebut sebagai Pemilik Bisnis.

3. Buat perencanaan bisnis franchise anda.
Ada beberapa hal yang harus anda ingat bahwa memiliki bisnis franchise bukan berarti semerta-merta membuat anda menjadi sukses apalagi kaya raya. Mempunyai bisnis franchise juga membutuhkan pengertian akal sehat bahwa bisnis ini membutuhkan peran serta anda dalam segala hal. Sebuah perusahaan Pemilik Bisnis Franchise atau biasa dikatakan Master Franchisor tidak salah sama sekali apabila mereka menyantumkan laporan keuangan yang menunjukan kapan anda akan mendapatkan Break Even Point dalam rentang beberapa tahun kemudian setelah anda mengeluarkan investasi untuk membeli bisnis francghise. Laporan tersebut adalah data-data yang sudah mereka lakukan sebelumnya dan bukan janji mutlak yang nanti dikemudian hari anda bisa menuntut Master Franchisor dengan mengatakan bahwa laporan tersebut tidak sesuai dengan harapan. Permasalahan adalah anda harus melakukan perencanaan keuangan dan bisnis yang anda ingin jalankan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa membuat rencana keuangan dan bisnis tidaklah mudah tetapi sekarang sudah banyak contohnya di internet dan lebih dimudahkan lagi banyak sekali konsultan keuangan dan bisnis yang siap mendampingi anda untuk membuat perencanaan ini.
Didalam perencanaan tersebut akan jelas tertera bagaimana anda akan melakukan pengeluaran untuk dana promosi,operasional dan lain-lain sampai dengan rencana pemasukan dari penjualan. Idealnya sebuah perencanaan keuangan dan bisnis tersebut juga tertera apa saja strategi pemasaran,penjualan sampai dengan pengaturan cash flow sehingga tujuan keuntungan atau profit yang diinginkan tercapai sesuai dengan harapan.

Hal lainnya yang harus garisbawahi dengan tinta tebal adalah anda harus ikut dalam sistem yang sudah selama ini Master Franchisor jalankan. Jangan belum apa-apa sudah anda improvisasi dengan alasan menghemat biaya atau alasan lainnya yang sebenarnya tidak masuk akal dari sisi perspective bisnis. Saya banyak mengalamai berbagai macam contoh selama hampir 5 tahun ini menjalani profesi saya sebagai Business Coach,misalnya untuk standard gaji karyawan yang didalam Standard Operational Procedure Master Franchisor diwajiban minimal gaji adalah Upah Minimum Regioanal (UMR), tapi yang dilakukan para franchisee mereka menggaji dengan upah di bawah UMR. Apa yang terjadi sudah bisa sama-sama kita ukur, terjadilah ‘turn-over’ atau pergantian karyawan yang sering sehingga mengurangi tingkat efektitas dan efisiensi bisnis anda. Kesimpulannya, anda harus ‘nurut’ dengan Master Franchisor dulu untuk menjadi sukses di bisnis.

10 Pertanyaan Mendasar sebelum anda menentukan anda membeli bisnis FRANCHISE



Pertanyaan Pertama :

1. Anda membeli bisnis ini untuk menggantikan uang kebutuhan sehari-hari atau anda ingin membangun bisnis ?
Hmmm pertanyaan yang mungkin anda belum pernah menanyakan ke diri anda sendiri karena kedua pertanyaan tersebut mempunyai pengertian dan pola pikir yang sangat berbeda. Dulu anda bekerja dan dengan segala alasan apapun sekarang anda memutuskan untuk tidak bekerja dengan orang lain karena ingin ‘mencoba’ berbisnis sendiri. Mudah-mudahan ini tidak menjadi pola pikir ‘ikut-ikutan’ orang lain atau trend yang sekarang lagi heboh dimana-mana. Kalau memang anda mengatakan, Ya saya membeli bisnis ini untuk menggantikan cash flow tetap saya setiap bulan berarti anda harus siap untuk mempunyai pola pikir ‘self-employed’. Kalau saya boleh menterjemahkan ke dalam bahasa ‘gaul’ bisnis adalah anda harus melakukan semuanya sendiri (tapi kalau saya sarankan paling tidak berdua dengan pasangan anda). Kebanyakan kesalahan yang dilakukan pebisnis pemula tidak menyadari hal ini dengan menunjukan skala kesibukan yang sangat tinggi. Selalu mengatakan ‘saya rugi terus’, ‘biasanya saya bisa berakhir pekan dengan keluarga sekarang malah tidak bisa’ dan masih segudang kondisi yang sangat tidak menyenangkan. Tapi itulah konsekuensi menjalankan bisnis untuk menggantikan uang kebutuhan sehari-hari, anda harus berani keluar dari zona nyaman anda yang selama ini mungkin sangat menyenangkan. Proses tersebut yang dinamakan ‘pertubration’, proses dari seorang ‘employee’ menjadi ‘self-employed’.
Strategi untuk menjadi seorang ‘self-employed’ adalah mengetahui beberapa strategi yang akan saya ‘share’ di dalam kesempatan ini. Yang pertama sebagai seorang ‘self-employed’ anda harus menciptakan sebuah tim pemenang untuk mendukung pekerjaan anda secara fokus. Menciptakan tim pemenang dimulai dari rekruitmen tim. Pastikan anda mengetahui secara pasti siapa calon tim anda. Dari generasi apakah mereka ? maksud saya adalah mereka ini masuk ke dalam generasi x,y atau z. Setiap generasi mempunyai strategi pendekatan yang berbeda-beda. Misalnya kalau anda memilih para generasi z (lahir di tahun 1995-2012) adalah generasi yang sangat dekat dengan dunia digital dan social media. Untuk mendapatkan mereka tidak dengan memasang lowongan pekerjaan di media cetak tetapi lebih ke iklan online atau mobile advertising.  Generasi Z tidak selalu mementingkan gaji besar tetapi seberapa keren gadget dan fasilitas yang bisa diberikan ke mereka untuk mendukung pekerjaan sekaligus dunia mereka. Cara lainnya adalah cari dimana mereka berkumpul untuk mengembangkan dan mengaktualisasikan diri, kerjasamalah dengan tempat-tempat tersebut untuk ‘mengiklankan’ kebutuhan anda mencari tim.
Cara lain yang biasa saya lakukan adalah tehnik ‘hunting’, tapi sebelum melakukan tehnik ini anda harus tahu siapa “buruan” anda. Artinya anda ingin berburu untuk tim di divisi apa ? misalnya tim untuk divisi penjualan, maka paling mudah area perburuan anda adalah “pameran”. Disana akan bertebaran buruan anda, ya para penjual-penjual handal disetiap stand yang ada. Anda tinggal memilh mana yang anda buru dan lakukan interview lapangan dengan mengajak mereka berbicara tentang produk apa yang mereka jual. Lihat dan rasakan ‘chemistry’ yang terbangun antara anda dan buruan anda. Perlu diingat strategi hunting ini perlu keterampilan tersendiri dalam berkomunikasi langsung di lapangan. Kesimpulannya lakukan strategi ini sesuai dengan kemampuan anda masing-masing


Apa kekuatan secangkir TEH PANAS untuk bisnis anda ?

Menurut Wikipedia ‘Hospitality’ adalah hubungan antara tamu dan tuan rumah, atau tindakan atau keramah-tamahan terhadap tamu atau orang asing sekalipun,termasuk memberikan hiburan sekalipun. Kebetulan saja saat ini saya sangat dekat dengan para sahabat pebisnis yang bergerak di bidang hospitality. Pasti anda pun langsung menerka bahwa perhotelan ,’tourism’ sampai bisnis rumah makan adalah bisnis yang bergerak di bidang hospitality. Ya betul anda tidak salah,betul 100% dan saya juga sangat setuju kalau ada yang mempunyai pendapat semua bisnis selama mempunyai pelanggan 100% manusia adalah bisnis hospitality atau paling tidak membutuhkan tehnik manajemen,pemasaran dan penjualan yang dilakukan di bisnis hospitality. Setuju atau tidak setuju apalagi ada yang ragu-ragu mengenai pendapat ini ? tidak menjadi masalah,karena selama pembeli produk atau layanan anda adalah manusia,itu artinya bahwa hubungan sosial sangat dibutuhkan.

Dari beberapa tulisan saya yang lalu,banyak para pebisnis masih belum memperlakukan para pembeli sebagai seorang tamu VIP tapi masih seperti orang yang tidak dikenal atau orang asing. Padahal menurut arti dari hospitality diatas, orang asing sekalipun mempunyai hak untuk dilayani dengan keramah-tamahan no.1 . Tanpa mau menyalahkan para ‘front-liner’ setiap bisnis atau ‘Sales-Person’di setiap bisnis,kenyataannya pemilik bisnis masih belum mempunyai pola pikir yang sederhana ini,yaitu keramah-tamahan. 




Suasana ‘welcoming’ di lokasi bisnis saat ini sudah banyak dijumpai di berbagai tempat, yang salah satunya di salah satu mall di Jakarta yang menyediakan kursi untuk para pengunjung mall tersebut. Jarak tempat duduk antara satu dengan yang lainnya sangat berdekatan supaya bisa dipastikan semua pengunjung bisa bersantai sebelum melakukan pembelian atau hanya sekedar beristirahat karena lelah berkeliling mall.Sejuta manfaat dikala orang duduk sejenak yang salah satunya adalah menghilangkan kelelahan sehingga sirkulasi darah kembali normal yang akhirnya mempengaruhi keputusan pembelian. Yang paling sederhana sekalipun adalah di beberapa toko penjual telepon genggam banyak menyediakan minuman air mineral di gelas. Duduk dan air putih sangat bagus dan menyehatkan tetapi tidak membantu mereka untuk melakukan pembelian,malah mereka cenderung akan pindah ke toko lain apalagi minuman dalam kemasan bisa dibawa kemana-mana. Coba anda pikirkan tempat duduk yang lebih nyaman dari hanya sekedar bangku plastik dan minuman hangat seperti teh atau kopi yang dihidangkan di sebuah ‘mug’ atau cangkir. Kedua elemen tadi sangat menunjukan bahwa calon pembeli kita adalah tamu VIP bukan hanya sekedar orang asing yang akan membeli produk atau layanan anda. Minuman hangat selain membantu untuk membuat orang lebih ‘relax’ dan disebuah cangkir yang membuat mereka akan berlama-lama di tempat anda,karena tidak mungkin mereka membawa cangkir anda ke toko sebelah. Menurut penelitian juga dikatakan minuman hangat dapat menyeimbangkan unsur Yin seperti pikiran yang tidak jernih diseimbangkan dengan unsur Yang dari minuman hangat. Seperti halnya menjamu seorang tamu agung,minuman hangat yang enak akan membuat mereka tidak akan pergi sebelum menghabiskannya. Artinya,anda dan tim penjualan mempunya waktu lebih banyak untuk melakukan sentuhan penjualan sehingga terjadi keputusan pembelian.

10 Tips Cara Menulils Mobile Email Marketing

Tahun 2014 dan seterusnya semua orang akan serba 'mobile', penggunaan smart-phone/tablet akan lebih digunakan untuk membuka email,membaca berita dan melakukan 'engagement' dengan orang lain. Di dunia bisnis sekarang ini, penawaran sebuah produk dan jasa akan menggunakan platform ini, 10 Tips dibawah ini akan membantu anda untuk mempunyai sebuah paduan dalam penulisan mobile email marketing.

More Articles :




more : http://blog.getresponse.com/10-dos-mobile-email-marketing-infographic.html