10 Pertanyaan Mendasar sebelum anda menentukan anda membeli bisnis FRANCHISE



Pertanyaan Pertama :

1. Anda membeli bisnis ini untuk menggantikan uang kebutuhan sehari-hari atau anda ingin membangun bisnis ?
Hmmm pertanyaan yang mungkin anda belum pernah menanyakan ke diri anda sendiri karena kedua pertanyaan tersebut mempunyai pengertian dan pola pikir yang sangat berbeda. Dulu anda bekerja dan dengan segala alasan apapun sekarang anda memutuskan untuk tidak bekerja dengan orang lain karena ingin ‘mencoba’ berbisnis sendiri. Mudah-mudahan ini tidak menjadi pola pikir ‘ikut-ikutan’ orang lain atau trend yang sekarang lagi heboh dimana-mana. Kalau memang anda mengatakan, Ya saya membeli bisnis ini untuk menggantikan cash flow tetap saya setiap bulan berarti anda harus siap untuk mempunyai pola pikir ‘self-employed’. Kalau saya boleh menterjemahkan ke dalam bahasa ‘gaul’ bisnis adalah anda harus melakukan semuanya sendiri (tapi kalau saya sarankan paling tidak berdua dengan pasangan anda). Kebanyakan kesalahan yang dilakukan pebisnis pemula tidak menyadari hal ini dengan menunjukan skala kesibukan yang sangat tinggi. Selalu mengatakan ‘saya rugi terus’, ‘biasanya saya bisa berakhir pekan dengan keluarga sekarang malah tidak bisa’ dan masih segudang kondisi yang sangat tidak menyenangkan. Tapi itulah konsekuensi menjalankan bisnis untuk menggantikan uang kebutuhan sehari-hari, anda harus berani keluar dari zona nyaman anda yang selama ini mungkin sangat menyenangkan. Proses tersebut yang dinamakan ‘pertubration’, proses dari seorang ‘employee’ menjadi ‘self-employed’.
Strategi untuk menjadi seorang ‘self-employed’ adalah mengetahui beberapa strategi yang akan saya ‘share’ di dalam kesempatan ini. Yang pertama sebagai seorang ‘self-employed’ anda harus menciptakan sebuah tim pemenang untuk mendukung pekerjaan anda secara fokus. Menciptakan tim pemenang dimulai dari rekruitmen tim. Pastikan anda mengetahui secara pasti siapa calon tim anda. Dari generasi apakah mereka ? maksud saya adalah mereka ini masuk ke dalam generasi x,y atau z. Setiap generasi mempunyai strategi pendekatan yang berbeda-beda. Misalnya kalau anda memilih para generasi z (lahir di tahun 1995-2012) adalah generasi yang sangat dekat dengan dunia digital dan social media. Untuk mendapatkan mereka tidak dengan memasang lowongan pekerjaan di media cetak tetapi lebih ke iklan online atau mobile advertising.  Generasi Z tidak selalu mementingkan gaji besar tetapi seberapa keren gadget dan fasilitas yang bisa diberikan ke mereka untuk mendukung pekerjaan sekaligus dunia mereka. Cara lainnya adalah cari dimana mereka berkumpul untuk mengembangkan dan mengaktualisasikan diri, kerjasamalah dengan tempat-tempat tersebut untuk ‘mengiklankan’ kebutuhan anda mencari tim.
Cara lain yang biasa saya lakukan adalah tehnik ‘hunting’, tapi sebelum melakukan tehnik ini anda harus tahu siapa “buruan” anda. Artinya anda ingin berburu untuk tim di divisi apa ? misalnya tim untuk divisi penjualan, maka paling mudah area perburuan anda adalah “pameran”. Disana akan bertebaran buruan anda, ya para penjual-penjual handal disetiap stand yang ada. Anda tinggal memilh mana yang anda buru dan lakukan interview lapangan dengan mengajak mereka berbicara tentang produk apa yang mereka jual. Lihat dan rasakan ‘chemistry’ yang terbangun antara anda dan buruan anda. Perlu diingat strategi hunting ini perlu keterampilan tersendiri dalam berkomunikasi langsung di lapangan. Kesimpulannya lakukan strategi ini sesuai dengan kemampuan anda masing-masing