10 Pertanyaan Mendasar sebelum anda menentukan anda membeli bisnis FRANCHISE (Bag.2&3)



Pertanyaan Kedua :

2. Apakah anda sudah melakukan riset ‘kecil-kecilan’ tentang bisnis franchise pilihan anda ?

Tidak ada sesuatu yang sempurna, ya sama dengan bisnis franchise yang akan kita pilih nanti. Pada saat di pameran atau expo saya hampir tidak mendengar dari semua sales tentang kelemahan bisnis franchise yang sedang mereka jual, saya rasa anda pun juga mengalaminya. Hanya beberapa bisnis franchise yang sangat sudah ‘mature’ akan memberikan apa saja tantangan yang akan dihadapi di kala anda membeli bisnis franchise. Tentunya membeli bisnis franchise ini anda mengharapkan semua tantangan tersebut ada cara untuk mengantisipasi dan menyelesaikannya. Standard yang di susun oleh setiap bisnis yang sudah di franchise-kan akan memudahkan franchisee dalam menjalankan bisnisnya.
Tips sebelum anda memutuskan bisnis  franchise mana yang akan anda pilih, tanyakan atau cari tahu siapa saja yang sudah membeli bisnis franchise tersebut, selanjutnya hubungi para franchisee bisnis tersebut dan buat janji untuk bertemu dengan beberapa dengan mereka. Tanyakan jangan hanya keuntungan membeli franchise ini tetapi tanyakan apa saja yang menjadi tantangan dan masalah yang timbul dari membeli bisnis franchise ini. Anda tidak akan mau memilih bisnis franchise yang banyak tantangan nya dan tidak ada standard bagaimana mengatasi hal tersebut. Semua bisnis pasti mempunyai hal-hal tentang semua permasalahanya, tetapi bisnis franchise idealnya sudah mempunyai sistem untuk memecahkan masalah tersebut.
Terkadang para franchisee atau pemilik bisnis franchise sudah mempunyai ‘trik’ sendiri untuk mengatasi segala permasalahan yang timbul meskipun Master Franchisor sudah mempunyai standard tetapi terkadang ditemukan cara lain yang bisa berjalan di setiap franchisee. Apapun yang dibicarakan bersama para franchisee tersebut, anda mempunyai banyak data untuk mempertimbangkan bisnis franchise yang akan anda pilih.
Pengalaman yang saya dapat menjadi seorang pelatih bisnis dari ActionCOACH adalah permasalahan setiap para franchisee adalah TEAM,TIME dan MONEY (TTM). Tanyakan tiga hal ini terhadap para Master Franchisor, Bagaimana standard recruitment tim ? standard manual apa saja yang di sediakan ? dan Bagaimana cara mencapai target ROI (retun on investment) yang sesuai dengan hitungan setiap Master Franchisor ?
Harus diingat sekali lagi, membeli bisnis franchise tidak mutlak menjadikan anda seorang pemilik bisnis, tetapi menjadikan anda ‘self-employed’ dan anda mempunyai tujuan jangka pendek untuk mencari ‘self-employed’ dibawah anda sehingga anda akan berperan menjadi seorang ‘manager’. Setelah anda mempunyai self-employed dan manager dibawah anda, sekarang anda layak disebut sebagai Pemilik Bisnis.

3. Buat perencanaan bisnis franchise anda.
Ada beberapa hal yang harus anda ingat bahwa memiliki bisnis franchise bukan berarti semerta-merta membuat anda menjadi sukses apalagi kaya raya. Mempunyai bisnis franchise juga membutuhkan pengertian akal sehat bahwa bisnis ini membutuhkan peran serta anda dalam segala hal. Sebuah perusahaan Pemilik Bisnis Franchise atau biasa dikatakan Master Franchisor tidak salah sama sekali apabila mereka menyantumkan laporan keuangan yang menunjukan kapan anda akan mendapatkan Break Even Point dalam rentang beberapa tahun kemudian setelah anda mengeluarkan investasi untuk membeli bisnis francghise. Laporan tersebut adalah data-data yang sudah mereka lakukan sebelumnya dan bukan janji mutlak yang nanti dikemudian hari anda bisa menuntut Master Franchisor dengan mengatakan bahwa laporan tersebut tidak sesuai dengan harapan. Permasalahan adalah anda harus melakukan perencanaan keuangan dan bisnis yang anda ingin jalankan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa membuat rencana keuangan dan bisnis tidaklah mudah tetapi sekarang sudah banyak contohnya di internet dan lebih dimudahkan lagi banyak sekali konsultan keuangan dan bisnis yang siap mendampingi anda untuk membuat perencanaan ini.
Didalam perencanaan tersebut akan jelas tertera bagaimana anda akan melakukan pengeluaran untuk dana promosi,operasional dan lain-lain sampai dengan rencana pemasukan dari penjualan. Idealnya sebuah perencanaan keuangan dan bisnis tersebut juga tertera apa saja strategi pemasaran,penjualan sampai dengan pengaturan cash flow sehingga tujuan keuntungan atau profit yang diinginkan tercapai sesuai dengan harapan.

Hal lainnya yang harus garisbawahi dengan tinta tebal adalah anda harus ikut dalam sistem yang sudah selama ini Master Franchisor jalankan. Jangan belum apa-apa sudah anda improvisasi dengan alasan menghemat biaya atau alasan lainnya yang sebenarnya tidak masuk akal dari sisi perspective bisnis. Saya banyak mengalamai berbagai macam contoh selama hampir 5 tahun ini menjalani profesi saya sebagai Business Coach,misalnya untuk standard gaji karyawan yang didalam Standard Operational Procedure Master Franchisor diwajiban minimal gaji adalah Upah Minimum Regioanal (UMR), tapi yang dilakukan para franchisee mereka menggaji dengan upah di bawah UMR. Apa yang terjadi sudah bisa sama-sama kita ukur, terjadilah ‘turn-over’ atau pergantian karyawan yang sering sehingga mengurangi tingkat efektitas dan efisiensi bisnis anda. Kesimpulannya, anda harus ‘nurut’ dengan Master Franchisor dulu untuk menjadi sukses di bisnis.